Langsung ke konten utama

Aurora


Hasil gambar untuk gambar malam



Gelap 




Wahai kamu kegelapan
sengaja aku mengundangmu dalam balutan rindu
Wahai kamu yang berselubung dalam tirai jubah
Yang kamu pakai itu tetap tidak bisa menutupi apa yang kamu rasakan
Katamu saja rindu..
tapi itu menyakitkan
Wahai kegelapan secerca harapan untuk selalu brsholawat kepada Nabi
yang selalu menguatkan bira hati yang lemah
secarik kertas tak bisa membendung deras kucuran air yang merambah dari kelopak mata
mengerayap akan kekuasaan untuk kegelapan
Wahai kamu yang ada dibalik dinding sedukah kalian menemani si gelap bercerita?
kau bulir hujan yang datang bergelombol ke muka bumi manusia
atas mu ubun-ubun sampai kaki basah
disanalah seketika sisi jeritan jiwa menjerit "Oh inikah?"
Wahai angin kau akan aku jadikan selimut dingin pada malam ini untuk menemani berbisik bisik asmara yang sedang patah
untuk bercerita tentang sidia yang tak mau difahami
yang selalu berada dalam kepura-puraan
dan Aku bingun karenanya



Mega Apryanti

Garut 03 November 2018
Wifi corner Garut

Komentar

  1. JackpotCity Online Casino UK | Casino Sites | LuckyClub
    JackpotCity Online Casino offers more than 카지노사이트luckclub 1,600 slots and video poker games. Check our trusted review and try your luck at JackpotCity's

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mentari

Aku -Mega Apryanti Tertata senyum ketika sedang menangis Tertawa ketika sedang bahagia  Bercermin ketika sedang mengoreksi diri Bukan karena ingin cantik  Bukan karena ingin tampil merona  Karena aku tahu wajahku siapa aku bagaimana aku  Ketika cerminan diri tertaruh selalu dalam genggaman erat  Aku yag dibawah mentari  Disiang hari yang sedang beraktifitas  Memanja kaki mengerutkat jidat  Melirik antartika yang didalam nya terdapat sejuta kesedihan  Aku tersandung kegelisahan  Aku tersandung kebingungan  Aku tersandung rasa kesakitan Entah apa ?  Perasaankah ?  Bukan perasaan tapi tentang hak  Aku yang sedang bejalan  Menapakan kaki yang berbalut sepatu kuda  biar apa ? biar kuat,  Karena kaki ku rapuh serapuh kertas usang  Aku yang bukan presiden  Aku yang rakyat 

Merpati bercerita

Penantian yang sama  Mega Apryanti Yang sedang jauh berdiri  Memanjakan angin dan helaian sepi  Yang sedang menunggu  tepian pelepis rindu  Yang sedang cemas  sedikit memudar tidak was-was  Digenggam nya tekad  memasukan nya kedalam kantung jaket tebal  berjalan langkahnya seperti keseriusan  topi jaket nya menutup kepala yang isinya materi  Menjelma seorang yang menunggu  Entah siapa yang sedang ditunggu? Tukang Angkot? tukang becak? Tukang kusir kuda? yang jelas saat itu sedang senja  disebrang jalan pertigaan  Antara pasar, toko sandal, sekolahan  yang sedang dipandang akhirnya menghilang  kemana perginya ?  Saat hari berlalu terus menurus menunggu  Tak sia digoyahkan seluruh tekad untuk tetap dalam penantian  Meski yang pada ujungnya kesia-siaan itu ada  Masih dalam penantian yang sama.